[belajar-excel] Menyortir Data

classic Classic list List threaded Threaded
5 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

[belajar-excel] Menyortir Data

Heru Adi
Assalamu'alaikum.
Dear mr. kid dan teman2 milis excel.
saya mau bertanya, masih seputar menyortir data, bagaimana cara merapikan data hasil tarikan dari sistem dimana terdapat banyak data yg duplikat tetapi saya hanya ingin mengambil kode dan data yang dengan tanggal yang paling update. Contoh data terlampir  ... 
sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya...saya sangat berharap bantuan dari teman2 semua.
Best Regards,

Heru Adi

=?UTF-8?b?UUEueGxzeA==?= (16K) Download Attachment
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

[belajar-excel] Cara Merubah jarum speedometer pada dashboard pencapaian

Barkan Hadi
Dear  Rekan2  belajar Excel,

mohon izin bertana: jadi saya mw buat pencapaian dashboard untuk di atas
100%
tapi yang ada malah jarum dashboardnya balik lagi ke arah semula...


mohon arahannya

terima kasih
salam
Barkan

Speedo Chart v1.xls (97K) Download Attachment
Kid
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: [belajar-excel] Menyortir Data

Kid
Administrator
In reply to this post by Heru Adi
Wa'alaikumussalam

Coba begini :
1. aktifkan autofilter pada tabel data tersebut
2.a. sort desc kolom Time
   b. sort desc kolom Tgl
3. remove duplicate berdasar no pieces (pastikan hanya memilih kolom-kolom
kunci sesuai kebutuhan saja).

Langkah nomor 2, bisa menggunakan fitur Sort lalu dipilih kriteria pertama
adalah kolom tgl secara desc, dan kriteria kedua adalah time secara desc.
Kriteria lain bisa ditambahkan setelahnya.


Wassalamu'alaikum wr wb
Kid



On Thu, Dec 20, 2018 at 11:38 AM Heru Adi [hidden email] [belajar-excel]
<[hidden email]> wrote:

>
>
> Assalamu'alaikum.
>
> Dear mr. kid dan teman2 milis excel.
>
> saya mau bertanya, masih seputar menyortir data, bagaimana cara merapikan
> data hasil tarikan dari sistem dimana terdapat banyak data yg duplikat
> tetapi saya hanya ingin mengambil kode dan data yang dengan tanggal yang
> paling update. Contoh data terlampir  ...
>
> sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya...
> saya sangat berharap bantuan dari teman2 semua.
>
> Best Regards,
>
>
> Heru Adi
>
>
>
Kid
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: [belajar-excel] Cara Merubah jarum speedometer pada dashboard pencapaian

Kid
Administrator
In reply to this post by Barkan Hadi
hmmm... trit ini sudah 4 hari belum ada yang merespon...

Begini...

*Susunan nilai dalam suatu chart tergantung pada susunan tabel chart data
source.*
*Setiap chart bisa berisi berbagai series.*
*Sebuah chart bisa bersumber dari beberapa (minimal satu) tabel chart data
source.*

Contoh :
[image: xl035_chart_pie00_tbldts_n_cht.gif]Pada gambar di atas,
Tabel sebelah kiri itulah yang disebut Tabel chart data source
Sebuah chart yang tampak di sebelah kanan itu terbentuk karena memiliki
susunan tabel chart data source seperti tabel yang kiri itu.

Jadi, kalau bisa menyusun tabel chart data source dengan baik, maka chart
yang dihasilkan bisa sangat bervariasi.

Kalau bertemu sebuah chart yang sudah jadi, cari tahu tipe chart
penyusunnya, pahami karakteristik setiap tipe chart penyusunnya, cari tahu
lokasi dan susunan tabel chart data source, lalu ubah item-item tertentu
dalam tabel chart data source atau lakukan penyusunan tabel chart data
source yang lebih sesuai untuk kebutuhan.

Tentang tipe chart penyusun dan karakteristiknya pada chart speedometer : .
*A. Jarum speedometer disusun dengan pie chart. Maka pahami dulu tentang
pie chart.*
Contohnya, pie chart bentuknya lingkaran, dengan sudut 1 lingkaran adalah
360 derajat. Proporsi setiap nilai data akan disusun sebagai susunan juring
lingkaran dengan sudut tertentu.
Misalnya, nilai sales X dengan proporsi 90/360 (seperti nilai sales 100juta
terhadap total sales 400juta) akan dipasang dalam pie chart berupa juring
dengan sudut 90 derajat. nilai sales Y dengan proporsi 270/360 (seperti
300juta terhadap total sales 400juta) akan dipasang berupa juring dengan
sudut 270 derajat. Item yang berada dipaling atas tabel data akan dipasang
sebagai item pertama pie chart, seperti pada jam analog (mulai dari angka
12, 1, 2, dan berputar seterusnya sampai penuh 360 derajat).
Seperti ini :
[image: xl035_chart_pie01_arah.gif]

Jadi, pada jarum speedometer, akan ada 3 pie slice (juring), yaitu
berurutan juring rasio nilai data, juring jarum speedometer, dan juring
sisa area pie chart.
Sudut juring sisa area pie chart adalah sebesar 360-(sudut area rasio nilai
data + sudut area jarum), dengan minimal nilainya adalah 0 (maskudnya,
minimal sudut juring sisa area adalah 0 derajat)
Contohnya begini : [misal tebal jarum adalah 10 derajat]
[image: xl035_chart_pie02_items.gif]
Jika diperhatikan dengan seksama, jarum tidak menunjuk ke arah yang pas.
Disini, dibutuhkan asumsi.
Misal, 'bagian tengah jarum yang menunjuk arah yang pas, ketebalan jarum
untuk penanda saja'
Artinya, sudut juring rasio nilai data (warna biru) perlu dikurangi sebesar
1/2 sudut juring jarum.
Tentu saja, sudut juring sisa pie chart akan bertambah.
Jadinya seperti ini :
[image: xl035_chart_pie03_efek_tebal_jarum.gif]
Jadi, pertengahan jarum akan tepat menunjuk arah yang pas.
Lihat gambar kedua dari kiri, untuk rasio 180/360 (seperti 200juta sales
dari total 400juta), akan disusun berupa juring rasio nilai dengan sudut
175 derajat + 1/2 sudut jarum (yaitu 5 derajat) = 180
Setengah tebal jarum sisi seberangnya akan ada disisi sisa area pie chart.
Sudut sisa area pie chart total adalah sudut juring sisa area dengan sudut
175 + 1/2 sudut jarum = 180 juga.
Perhatikan juga gambar lainnya untuk membandingkannya.

Letak rasio nilai data sebesar 0 derajat masih berada diarah jam 12 pada
jam analog. Biasanya speedometer dibuat dengan orientasi mendatar. Artinya,
letak sudut 0 derajat adalah di arah jam 9. Dari arah jam 12 sampai ke arah
jam 9 terjadi pergerakan memutar sebesar 270 derajat. Jadi, kalau pie chart
diputar sebesar 270 derajat, orientasinya akan sesuai dengan kebutuhan
speedometer.
Caranya : klik kanan lingkaran pie chart -> Format Data Series -> Series
Option -> pada Angle at first slice, diisi 270 derajat
Jadinya begini :
[image: xl035_chart_pie04_rotate_first_slice.gif]

Juring rasio nilai data (biru) dan juring sisa area pie chart (abu-abu)
bisa diset tanpa warna latar (no fill). Ketebalan jarum juga bisa
dikurangi, misal menjadi 0.5 derajat atau 1 derajat atau berapa saja yang
tampak cukup sesuai kebutuhan. Misal begini :
[image: xl035_chart_pie05_jarumok.gif]

Dari karakteristik pie chart tersebut, bisa disusun sebuah tabel data untuk
piechart seperti ini : (bisa sekalian dengan area inputnya)
Contoh :
- nilai total adalah 4000 juta rupiah
- nilai data (yang di-input di B12) umumnya dari 0 juta rupiah sampai 2000
juta rupiah.
- pada kondisi tertentu, nilai yang di-input bisa dari -500 juta rupiah
sampai 2500 rupiah.
*[Gambar jarum speedometer]*
[image: xl035_chart_pie06_dataset_speedojarum.gif]

*B. Label angka juga bisa disusun dengan pie chart.*
Labels by default akan diletakkan tepat ditengah area juring. Pengaturan
letak hanyalah terkait pada jarak dari titik pusat saja.
[image: xl035_chart_pie08_labels_pos.gif]
Dari gambar di atas :
- Gambar kiri :
  > Letak label by default di tengah area setiap juring. Jarak label dari
titik pusat dapat dipilih dari daftar yang ada. Gambar di atas memilih
Outside Ends.
  > Pada nilai 0, letak label seakan-akan tepat pada garis batas juring.
- Gambar kanan :
  > Dengan karakteristik letak label pada nilai 0 (seperti pada gambar kiri
nilai 0), maka dapat disusun sebuah tabel chart source yang disertai nilai
0 disetiap batas area
     Contoh : setelah area juring seluas 500 (record ke-2), diberi baris
bernilai 0 sebagai pembentuk lokasi label agar tepat digaris 500, dengan
nilai sudut juring adalah 0 (record ke-3)

*C. Area radial yang menggantung (seperti lingkaran dengan ketebalan
tertentu alias berlubang tengahnya) disebut doughnut (donat).*
Chart tipe doughnut masuk dalam kelompok pie chart.
Karakteristiknya juga sama dengan pie chart. Contohnya begini :
[image: xl035_chart_pie09_doughnut_outline.gif]
Dari gambar di atas, sebuah garis akan terbentuk jika nilai slice dougnut
adalah 0 dan diberi outline.
Pada gambar kiri, record berwarna kuning bernilai 500. Tampak slice
berwarna kuning dengan outline.
Pada gambar kanan, record berwarna kuning diubah nilainya menjadi 0. Slice
yang tadi berwarna kuning hanya menyisakan outline dan membentuk sebuah
garis lurus saja.

Doughnut chart juga bisa digunakan untuk menyusun label pada chart
speedometer, tetapi kurang luwes dibanding menggunakan pie chart

*D. Manfaat dan dampak dari penggabungan beberapa tipe chart dalam sebuah
chart *
Jadi, dari sebuah tabel chart series yang sama, bisa disusun area doughnut
beserta garis penunjuk nilai. Sedangkan label nilai disetiap garis dibentuk
melalui pie chart.
Contohnya seperti ini :
- Area mengambang (dengan chart tipe doughnut) dibutuhkan dalam pembentukan
rentang berikut :
  > area 1 : dari 0 sampai dengan 750 adalah area merah
  > area 2 : dari 750 sampai dengan 1500 adalah area kuning
  > area 3 : dari 1500 sampai dengan 2000 adalah area hijau muda
  > area 4 : dari 2000 sampai dengan 3000 adalah area sisa yang tidak
diberi warna
- Garis skala dibentuk pada area berwarna saja (selain area 4) dengan jarak
setiap 500 dan dimulai dari 0

Langkah 1 : menyusun tabel chart data source (lihat gambar di bawah, pada
sisi kiri)
Langkah 2 : membuat pie chart untuk labels, dengan nilai series adalah
kolom [Nilai], dan teks setiap data label menggunakan nilai teks di kolom
[Label]
Langkah 3 : membuat doughnut chart untuk area mengambang, dengan nilai
series adalah kolom [Nilai]
                    * Karena jumlah item chart dari pie chart untuk label
dan doughnut chart untuk area mengambang adalah sama banyaknya, maka kedua
jenis chart diletakkan pada axis sang sama
                      Misal, doughnut chart untuk area mengambang
diletakkan di Primary Axis, maka pie chart untuk label juga diletakkan di
Primary Axis
Langkah 4 : menata setiap item chart beserta data label yang ditampilkan
Hasilnya seperti gambar di bawah ini :
[image: xl035_chart_pie10_doughnut_pie.gif]
Pada tabel chart data source, untuk area mengambang warna merah dari 0
sampai dengan 750 perlu dipecah menjadi 2 bagian, yaitu :
> area 0 sampai dengan 500 senilai 500 (record ke-2)
> area 500 sampai dengan 750 senilai 250 (record ke-4)
Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk membuat garis label, yaitu bagi
label 500 dengan nilai 0 (record ke-3)
Pada area warna kuning juga demikian.

*Sampai disini....*
Semestinya, sudah mampu mengubah chart speedometer yang telah jadi.

*Selanjutnya...*
*> Melanjutkan proses membuat chart speedometer untuk contoh seperti pada
[Gambar jarum speedometer] di atas sana.*
Jika ditentukan syarat label nilai skala beserta area mengambangnya adalah
seperti ini :
[image: xl035_chart_pie11_kriteria.gif]
* keterangan dalam gambar yang menggunakan kurung siku [ ] adalah merujuk
ke *[Gambar jarum speedometer]* di atas sana.

Langkah 1 : Dari syarat tersebut, bisa disusun tabel chart data source
sebagai berikut :
[image: xl035_chart_pie12_dts.gif]

Langkah 2 : membuat pie chart untuk label bersama pie chart untuk jarum
(sudah ada di atas sana)
*** Karena jumlah item pie chart untuk jarum berbeda dengan jumlah item pie
chart untuk label, maka kedua chart ini harus dipisahkan axis-nya.
     Pie chart untuk jarum sudah dibuat lebih dulu (lihat jauh di atas
sana), jadi jarum akan berada di Primary Axis.
     Maka, pie chart untuk label (begitu sudah menambahkan series chart),
segera memindahkannya ke secondary axis

[image: xl035_chart_pie13_jarumlbl_axis.gif]

     Kemudian menata pie chart untuk label, seperti :
     > add data labels, menentukan isi teks setiap titik label, menata
letak labels
     > membuatnya tak berwarna dan tak ber-outline
     > memutar pie chart untuk label agar sama dengan orientasi pie chart
untuk jarum
     Jadinya begini : (pie chart untuk label diputar agar label bernilai 0
berada di ujung jarum ketika bernilai 0)

[image: xl035_chart_pie14_jrmlblok.gif]


Langkah 3 : membuat doughnut chart untuk area mengambang (indikator)
*** Doughnut chart untuk area mengambang dan pie chart untuk labels berada
di axis yang sama karena memiliki item yang sama banyaknya
     Pada langkah 2, pie chart untuk label berada di Secondary Axis.
     Maka, setelah menambahkan series untuk doughnut chart, segera
dilakukan pemindahan ke Secondary Axis

[image: xl035_chart_pie15_jrmlbldon_axistipe.gif]

     Kemudian menata doughnut chart untuk area emngambang tersebut, seperti
:
     > set seluruhnya no fill, set seluruhnya memiliki solid line dengan
width sesuai kebutuhan (misal 0.5 pts)
     > menata setiap area yang tidak nol, yaitu menata solid fill dengan
warna sesuai tabel chart data source, set tanpa outline
     > memutar doughnut chart untuk area agar orientasinya sama dengan pie
chart jarum dan pie chart untuk label
     Jadinya begini : (doughnut chart untuk area diputar agar susunan
areanya sesuai dengan tabel chart data source)

[image: xl035_chart_pie16_jrmlbldonok.gif]


Langkah 4 : menata tampilan akhir untuk user

[image: xl035_chart_pie17_final.gif]



Kira-kira demikianlah...


Regards,
Kid





On Thu, Dec 20, 2018 at 3:49 PM Barkan Hadi [hidden email]
[belajar-excel] <[hidden email]> wrote:

>
>
> Dear  Rekan2  belajar Excel,
>
> mohon izin bertana: jadi saya mw buat pencapaian dashboard untuk di atas
> 100%
> tapi yang ada malah jarum dashboardnya balik lagi ke arah semula...
>
>
> mohon arahannya
>
> terima kasih
> salam
> Barkan
>
>
>

xl035_chart_pie01_arah.gif (13K) Download Attachment
xl035_chart_pie02_items.gif (15K) Download Attachment
xl035_chart_pie03_efek_tebal_jarum.gif (15K) Download Attachment
xl035_chart_pie04_rotate_first_slice.gif (4K) Download Attachment
xl035_chart_pie05_jarumok.gif (4K) Download Attachment
xl035_chart_pie06_dataset_speedojarum.gif (40K) Download Attachment
xl035_chart_pie08_labels_pos.gif (20K) Download Attachment
xl035_chart_pie09_doughnut_outline.gif (16K) Download Attachment
xl035_chart_pie10_doughnut_pie.gif (16K) Download Attachment
xl035_chart_pie11_kriteria.gif (36K) Download Attachment
xl035_chart_pie12_dts.gif (36K) Download Attachment
xl035_chart_pie13_jarumlbl_axis.gif (38K) Download Attachment
xl035_chart_pie14_jrmlblok.gif (5K) Download Attachment
xl035_chart_pie15_jrmlbldon_axistipe.gif (40K) Download Attachment
xl035_chart_pie16_jrmlbldonok.gif (11K) Download Attachment
xl035_chart_pie17_final.gif (17K) Download Attachment
xl035_chart_pie00_tbldts_n_cht.gif (22K) Download Attachment
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|

Re: [belajar-excel] Cara Merubah jarum speedometer pada dashboard pencapaian

Barkan Hadi
Terima kasih suhu atas ilmunya
 

 On Mon, Dec 24, 2018, 10:12 PM 'Mr. Kid' [hidden email] mailto:[hidden email] [belajar-excel] <[hidden email] mailto:[hidden email] wrote:

   
 hmmm... trit ini sudah 4 hari belum ada yang merespon...

 Begini...
 

 Susunan nilai dalam suatu chart tergantung pada susunan tabel chart data source.
 Setiap chart bisa berisi berbagai series.
 Sebuah chart bisa bersumber dari beberapa (minimal satu) tabel chart data source.

 

 Contoh :
 Pada gambar di atas,
 Tabel sebelah kiri itulah yang disebut Tabel chart data source
 Sebuah chart yang tampak di sebelah kanan itu terbentuk karena memiliki susunan tabel chart data source seperti tabel yang kiri itu.
 

 Jadi, kalau bisa menyusun tabel chart data source dengan baik, maka chart yang dihasilkan bisa sangat bervariasi.


 

 Kalau bertemu sebuah chart yang sudah jadi, cari tahu tipe chart penyusunnya, pahami karakteristik setiap tipe chart penyusunnya, cari tahu lokasi dan susunan tabel chart data source, lalu ubah item-item tertentu dalam tabel chart data source atau lakukan penyusunan tabel chart data source yang lebih sesuai untuk kebutuhan.
 

 Tentang tipe chart penyusun dan karakteristiknya pada chart speedometer : .
 A. Jarum speedometer disusun dengan pie chart. Maka pahami dulu tentang pie chart.
 Contohnya, pie chart bentuknya lingkaran, dengan sudut 1 lingkaran adalah 360 derajat. Proporsi setiap nilai data akan disusun sebagai susunan juring lingkaran dengan sudut tertentu.
 Misalnya, nilai sales X dengan proporsi 90/360 (seperti nilai sales 100juta terhadap total sales 400juta) akan dipasang dalam pie chart berupa juring dengan sudut 90 derajat. nilai sales Y dengan proporsi 270/360 (seperti 300juta terhadap total sales 400juta) akan dipasang berupa juring dengan sudut 270 derajat. Item yang berada dipaling atas tabel data akan dipasang sebagai item pertama pie chart, seperti pada jam analog (mulai dari angka 12, 1, 2, dan berputar seterusnya sampai penuh 360 derajat).
 Seperti ini :
 


 

 Jadi, pada jarum speedometer, akan ada 3 pie slice (juring), yaitu berurutan juring rasio nilai data, juring jarum speedometer, dan juring sisa area pie chart.
 Sudut juring sisa area pie chart adalah sebesar 360-(sudut area rasio nilai data + sudut area jarum), dengan minimal nilainya adalah 0 (maskudnya, minimal sudut juring sisa area adalah 0 derajat)

 Contohnya begini : [misal tebal jarum adalah 10 derajat]
 


 Jika diperhatikan dengan seksama, jarum tidak menunjuk ke arah yang pas. Disini, dibutuhkan asumsi.
 Misal, 'bagian tengah jarum yang menunjuk arah yang pas, ketebalan jarum untuk penanda saja'
 Artinya, sudut juring rasio nilai data (warna biru) perlu dikurangi sebesar 1/2 sudut juring jarum.
 Tentu saja, sudut juring sisa pie chart akan bertambah.
 Jadinya seperti ini :
 


 Jadi, pertengahan jarum akan tepat menunjuk arah yang pas.
 Lihat gambar kedua dari kiri, untuk rasio 180/360 (seperti 200juta sales dari total 400juta), akan disusun berupa juring rasio nilai dengan sudut 175 derajat + 1/2 sudut jarum (yaitu 5 derajat) = 180
 Setengah tebal jarum sisi seberangnya akan ada disisi sisa area pie chart. Sudut sisa area pie chart total adalah sudut juring sisa area dengan sudut 175 + 1/2 sudut jarum = 180 juga.
 Perhatikan juga gambar lainnya untuk membandingkannya.
 

 Letak rasio nilai data sebesar 0 derajat masih berada diarah jam 12 pada jam analog. Biasanya speedometer dibuat dengan orientasi mendatar. Artinya, letak sudut 0 derajat adalah di arah jam 9. Dari arah jam 12 sampai ke arah jam 9 terjadi pergerakan memutar sebesar 270 derajat. Jadi, kalau pie chart diputar sebesar 270 derajat, orientasinya akan sesuai dengan kebutuhan speedometer.
 Caranya : klik kanan lingkaran pie chart -> Format Data Series -> Series Option -> pada Angle at first slice, diisi 270 derajat
 Jadinya begini :
 


 

 Juring rasio nilai data (biru) dan juring sisa area pie chart (abu-abu) bisa diset tanpa warna latar (no fill). Ketebalan jarum juga bisa dikurangi, misal menjadi 0.5 derajat atau 1 derajat atau berapa saja yang tampak cukup sesuai kebutuhan. Misal begini :
 


 

 Dari karakteristik pie chart tersebut, bisa disusun sebuah tabel data untuk piechart seperti ini : (bisa sekalian dengan area inputnya)
 Contoh :
 - nilai total adalah 4000 juta rupiah
 - nilai data (yang di-input di B12) umumnya dari 0 juta rupiah sampai 2000 juta rupiah.
 - pada kondisi tertentu, nilai yang di-input bisa dari -500 juta rupiah sampai 2500 rupiah.
 [Gambar jarum speedometer]
 


 

 B. Label angka juga bisa disusun dengan pie chart.
 Labels by default akan diletakkan tepat ditengah area juring. Pengaturan letak hanyalah terkait pada jarak dari titik pusat saja.
 


 Dari gambar di atas :
 - Gambar kiri :
   > Letak label by default di tengah area setiap juring. Jarak label dari titik pusat dapat dipilih dari daftar yang ada. Gambar di atas memilih Outside Ends.
   > Pada nilai 0, letak label seakan-akan tepat pada garis batas juring.
 - Gambar kanan :
   > Dengan karakteristik letak label pada nilai 0 (seperti pada gambar kiri nilai 0), maka dapat disusun sebuah tabel chart source yang disertai nilai 0 disetiap batas area
      Contoh : setelah area juring seluas 500 (record ke-2), diberi baris bernilai 0 sebagai pembentuk lokasi label agar tepat digaris 500, dengan nilai sudut juring adalah 0 (record ke-3)
 

 C. Area radial yang menggantung (seperti lingkaran dengan ketebalan tertentu alias berlubang tengahnya) disebut doughnut (donat).
 Chart tipe doughnut masuk dalam kelompok pie chart.

 Karakteristiknya juga sama dengan pie chart. Contohnya begini :
 


 Dari gambar di atas, sebuah garis akan terbentuk jika nilai slice dougnut adalah 0 dan diberi outline.
 Pada gambar kiri, record berwarna kuning bernilai 500. Tampak slice berwarna kuning dengan outline.
 Pada gambar kanan, record berwarna kuning diubah nilainya menjadi 0. Slice yang tadi berwarna kuning hanya menyisakan outline dan membentuk sebuah garis lurus saja.
 

 Doughnut chart juga bisa digunakan untuk menyusun label pada chart speedometer, tetapi kurang luwes dibanding menggunakan pie chart
 

 D. Manfaat dan dampak dari penggabungan beberapa tipe chart dalam sebuah chart
 Jadi, dari sebuah tabel chart series yang sama, bisa disusun area doughnut beserta garis penunjuk nilai. Sedangkan label nilai disetiap garis dibentuk melalui pie chart.
 Contohnya seperti ini :
 - Area mengambang (dengan chart tipe doughnut) dibutuhkan dalam pembentukan rentang berikut :
   > area 1 : dari 0 sampai dengan 750 adalah area merah
   > area 2 : dari 750 sampai dengan 1500 adalah area kuning
   > area 3 : dari 1500 sampai dengan 2000 adalah area hijau muda
   > area 4 : dari 2000 sampai dengan 3000 adalah area sisa yang tidak diberi warna
 - Garis skala dibentuk pada area berwarna saja (selain area 4) dengan jarak setiap 500 dan dimulai dari 0
 

 Langkah 1 : menyusun tabel chart data source (lihat gambar di bawah, pada sisi kiri)
 Langkah 2 : membuat pie chart untuk labels, dengan nilai series adalah kolom [Nilai], dan teks setiap data label menggunakan nilai teks di kolom [Label]
 Langkah 3 : membuat doughnut chart untuk area mengambang, dengan nilai series adalah kolom [Nilai]
                     * Karena jumlah item chart dari pie chart untuk label dan doughnut chart untuk area mengambang adalah sama banyaknya, maka kedua jenis chart diletakkan pada axis sang sama
                       Misal, doughnut chart untuk area mengambang diletakkan di Primary Axis, maka pie chart untuk label juga diletakkan di Primary Axis
 Langkah 4 : menata setiap item chart beserta data label yang ditampilkan
 Hasilnya seperti gambar di bawah ini :
 


 Pada tabel chart data source, untuk area mengambang warna merah dari 0 sampai dengan 750 perlu dipecah menjadi 2 bagian, yaitu :
 > area 0 sampai dengan 500 senilai 500 (record ke-2)
 > area 500 sampai dengan 750 senilai 250 (record ke-4)
 Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan untuk membuat garis label, yaitu bagi label 500 dengan nilai 0 (record ke-3)
 Pada area warna kuning juga demikian.
 

 Sampai disini....
 Semestinya, sudah mampu mengubah chart speedometer yang telah jadi.
 

 Selanjutnya...
 > Melanjutkan proses membuat chart speedometer untuk contoh seperti pada [Gambar jarum speedometer] di atas sana.
 Jika ditentukan syarat label nilai skala beserta area mengambangnya adalah seperti ini :
 


 * keterangan dalam gambar yang menggunakan kurung siku [ ] adalah merujuk ke [Gambar jarum speedometer] di atas sana.
 

 Langkah 1 : Dari syarat tersebut, bisa disusun tabel chart data source sebagai berikut :
 


 

 Langkah 2 : membuat pie chart untuk label bersama pie chart untuk jarum (sudah ada di atas sana)
 *** Karena jumlah item pie chart untuk jarum berbeda dengan jumlah item pie chart untuk label, maka kedua chart ini harus dipisahkan axis-nya.
      Pie chart untuk jarum sudah dibuat lebih dulu (lihat jauh di atas sana), jadi jarum akan berada di Primary Axis.
      Maka, pie chart untuk label (begitu sudah menambahkan series chart), segera memindahkannya ke secondary axis
 

      Kemudian menata pie chart untuk label, seperti :
      > add data labels, menentukan isi teks setiap titik label, menata letak labels
      > membuatnya tak berwarna dan tak ber-outline
      > memutar pie chart untuk label agar sama dengan orientasi pie chart untuk jarum
      Jadinya begini : (pie chart untuk label diputar agar label bernilai 0 berada di ujung jarum ketika bernilai 0)
 

 

 Langkah 3 : membuat doughnut chart untuk area mengambang (indikator)
 *** Doughnut chart untuk area mengambang dan pie chart untuk labels berada di axis yang sama karena memiliki item yang sama banyaknya
      Pada langkah 2, pie chart untuk label berada di Secondary Axis.
      Maka, setelah menambahkan series untuk doughnut chart, segera dilakukan pemindahan ke Secondary Axis
 

      Kemudian menata doughnut chart untuk area emngambang tersebut, seperti :
      > set seluruhnya no fill, set seluruhnya memiliki solid line dengan width sesuai kebutuhan (misal 0.5 pts)
      > menata setiap area yang tidak nol, yaitu menata solid fill dengan warna sesuai tabel chart data source, set tanpa outline
      > memutar doughnut chart untuk area agar orientasinya sama dengan pie chart jarum dan pie chart untuk label
      Jadinya begini : (doughnut chart untuk area diputar agar susunan areanya sesuai dengan tabel chart data source)
 

 

 Langkah 4 : menata tampilan akhir untuk user
 

 

 

 Kira-kira demikianlah...
 

 

 Regards,
 Kid
 

 

 

 



 On Thu, Dec 20, 2018 at 3:49 PM Barkan Hadi [hidden email] mailto:[hidden email] [belajar-excel] <[hidden email] mailto:[hidden email]> wrote:

   
 Dear  Rekan2  belajar Excel,
 

 mohon izin bertana: jadi saya mw buat pencapaian dashboard untuk di atas 100%

 tapi yang ada malah jarum dashboardnya balik lagi ke arah semula...

 

 

 mohon arahannya

 

 terima kasih
 salam
 Barkan